This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Kurikulum. Show all posts
Showing posts with label Kurikulum. Show all posts

Thursday, 25 December 2014

KTSP Akan Diterapkan sampai 2020

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan kurikulum lawas KTSP 2006 masih bisa diterapkan kembali sampai tahun pelajaran 2019/2020 karena hal tersebut masih seduai dengan ketentuan.

Hamid menjelaskan bahwa ketentuan peralihan dari KTSP ke K-13 diatur dalam Permendikbud 32/2013 yang diterbitkan Mendikbud Mohammad Nuh. Dalam Permendikbud itu, ditetapkan peralihan dari KTSP ke K-13 paling lama bisa berjalan tujuh tahun lagi. Jika ditarik pada 2013, durasi tujuh tahun itu jatuh pada tahun pelajaran 2019/2020.

Hamid mengatakan, durasi pergantian dari KTSP menjadi K-13 yang sampai 2020 itu memiliki dampak positif. Yakni bisa dipakai untuk mengantisipasi daerah-daerah yang sangat kesulitan melaksanakan K-13. Namun, bagi sekolah yang sudah siap menjalankan K-13, tidak perlu menunggu sampai 2020.

Sebagaimana diketahui, Kemendikbud akhirnya menghentikan implementasi K-13 secara menyeluruh di semua sekolah di Indonesia. Sebagai gantinya, K-13 hanya diterapkan di 6.221 unit sekolah pilot project. Jumlah itu setara dengan sekitar 3 persen populasi sekolah di Indonesia. Sedangkan 208 ribuan sekolah lainnya, kembali menerapkan KTSP.

Pertimbangan utama Kemendikbud menghentikan implementasi K-13 adalah, ingin fokus melatih guru. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, anggaran pelatihan guru untuk menerapkan K-13 sudah ada. Pelatihan tidak lagi berdasar guru secara perorangan. Tetapi semua guru dalam satu sekolah, akan dilatih sekaligus. Selain itu di akhir sesi pelatihan, guru-guru akan magang mengajar di sekolah pilot project K-13.

Dengan sistem pelatihan guru berbasis sekolah itu, diprediksi semua guru siap menjalankan K-13 sekitar 3 sampai 4 tahun lagi. Asumsinya adalah dari guru-guru di 3 persen sekolah yang ditunjuk menjadi pilot project, meningkat menjadi 5 persen sekolah seluruh Indonesia. Kemudian naik lagi menjadi 45 persen populasi sekolah, berikutnya naik lagi menjadi 70 persen, dan seterusnya sampai 100 persen populasi sekolah.

Sumber : JPNN


Friday, 7 November 2014

Format Laporan UTS Kurikulum 2013

uts
Guru harus mampu mengumpulkan dan mengolah informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa mencakup penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, UTS, dan ulangan akhir semester.

Hasil Ulangan tengah Semester (UTS) diberikan kepada siswa dan dilaporkan pula kepada orang tua siswa. Dengan diterapkannya Kurikulum 2013 format laporan hasil UTS menjadi berubah. Penilaian tidak hanya berdasarkan muatan materi mata pelajaran melainkan juga kompetensi dasar sesuai Kurikulum 2013.

Contoh format laporan hasil UTS kurikulum 2013 dapat didownload di tautan berikut ini:


Format Laporan Hasil UTS Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 menekankan pada pembelajaran berbasis aktivitas, penilainnya lebih menekankan pada penilaian proses baik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian Kurikulum 2013 tidak hanya berupa angka tetapi juga berupa deskripsi.

Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan Kurikulum 2013, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyusun Buku Panduan Teknis Penilaian & Pengisian Rapor Kurikulum 2013 di SD.

Saturday, 27 September 2014

DOWNLOAD LENGKAP MATERI KEGIATAN PENDAMPINGAN KURIKULUM 2013

LATAR BELAKANG


Salah satu kegiatan pembelajaran Implementasi K-13 Pada tahun pelajaran 2014/2015 semua Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia akan melaksanakan Kurikulum 2013 pada kelas VII dan VIII. Sebelum melaksanakan Kurikulum 2013, sejumlah guru dari setiap sekolah diberikan pelatihan. Pada tahun 2013, implementasi Kurikulum 2013 baru dilaksanakan pada 1.437 SMP di 295 Kabupaten/Kota. Sejumlah guru pada 1.437 sekolah tersebut dilatih sebelum mulai melaksanakan Kurikulum 2013. Meskipun telah memperoleh pelatihan, mereka masih memerlukan pendampingan di sekolah yang secara langsung dapat membantu mereka melaksanakan Kurikulum 2013.

Pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang diberikan kepada 1.437 SMP di 295 kabupaten/kota pada tahun 2013 dirasakan sangat membantu sekolah. Memperhatikan bahwa selain pelatihan sekolah memerlukan dukungan dalam melaksanakan Kurikulum 2013 dan mempertimbangkan bahwa pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang diberikan pada tahun 2013 kepada 1.437 SMP di 295 kabupaten/kota terbukti sangat membantu sekolah, maka pada tahun 2014 Direktorat Pembinaan SMP akan memberikan pendampingan pelaksanaan kurikulum kepada semua SMP di seluruh wilayah Indonesia yang berjumlah sekitar 36.565 sekolah baik negeri maupun swasta.

PENGERTIAN


Pendampingan dalam kegiatan ini didefinisikan sebagai proses pemberian bantuan penguatan pelaksanaan Kurikulum 2013 yang diberikan oleh pendamping kepada guru di satuan pendidikan yang berada dalam klaster SMP yang sama.

FOKUS PENDAMPINGAN


Fokus pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 pada tahun 2014 meliputi pemantapan pengetahuan guru terhadap Kurikulum 2013 yang mencakup SKL, kerangka dasar dan struktur kurikulum SMP/MTs, standar proses, standar penilaian dan pengisian buku laporan hasil pencapaian kompetensi (rapor) peserta didik, buku guru, buku siswa, muatan lokal, matrikulasi (bridging course), bimbingan dan konseling, ekstrakurikuler.

TUJUAN KHUSUS


Tujuan khusus pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah meningkatkan kemampuan guru sehingga mampu dalam:

  1. menyusun RPP;
  2. menyusun instrumen (termasuk rubrik) penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  3. menyajikan pembelajaran dengan langkah-langkah pendekatan ilmiah;
  4. melaksanakan penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
  5. mengelola nilai peserta didik (termasuk mengisi buku laporan pencapaian kompetensi peserta didik);
  6. memahami buku guru, buku siswa, dan mengadaptasi bahan ajar;
  7. melaksanakan muatan lokal;
  8. merencanakan kegiatan ekstrakurikuler;
  9. menelusuri bakat dan minat peserta didik;
  10. melaksanakan matrikulasi (bridging course);
  11. mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan pada RPP guru;
  12. mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan pada instrumen penilaian;
  13. melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran dan penilaian yang mereka laksanakan untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya, yang selanjutnya dapat melakukan perbaikan secara terus-menerus.

MATERI PENDAMPINGAN

Materi Pendampingan Kurikulum 2013, dapat diunduh pada link-link berikut :

Saturday, 2 August 2014

Buku Pegangan Guru dan Siswa Kurikulum 2013

Beriku ini Penulis akan melampirkan Buku Pegangan Guru dan Siswa Kurikulum 2013 Edisi 2014, akan tetapi untuk sementara yang Penulis lampirkan adalah Buku Pegangan Guru dan Siswa Matematika SMP Kelas VIII Kurikulum 2013 serta Buku Pegangan Guru dan Siswa Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPS SMP Kelas VII Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014, Penulis juga sudah melampirkan Buku Pegangan Guru dan Siswa IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PPKn, IPS, Penjaskes, Prakarya, dan Seni budaya  SMP Kelas VIII Kurikulum 2013, serta Buku Pegangan Guru dan Siswa SD Kelas 2 dan Kelas 5 Kurikulum 2013 serta juga sudah dilampirkan Buku Guru dan Siswa SD Kelas 1 dan Kelas 4 Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2014 , Serta Buku Guru dan Siswa Matematika SMA Kelas 10 Edisi Revisi 2014 dan Buku Guru Matematika SMA Kelas 11, hal ini dikarenakan pada dunia maya sudah ada yang mengesharkan lampiran Buku ini, maka Penulis juga mencoba untuk melampirkan Buku Pegangan ini…hehehe…(mudah-mudahan dengan melampirkan Buku Pegangan ini, Penulis tidak ditegur lagi, karena Penulis pernah ditegur secara tidak langsung oleh Pak Wamen, disebabkan mengesharkan Buku Baru ini disaat belum waktunya di sharekan pada dunia maya)
Sampai saat ini pun, sejatinya dari Pihak Kementrian masih belum ada intruksi untuk mengesharkan semua Buku Pegangan Guru dan Siswa Kurikulum 2013 Edisi 2014.  “…Harap maklum adanya, jika hanya sebagian dulu….”

Dengan demikian untuk semua lampiran Buku Pegangan Guru dan Siswa Kurikulum 2013 Edisi 2014 akan Penulis lampirkan pada kesempatan yang lain…InsyaAllah…
“…Semoga Bermanfaat, amien…”

Berikut ini Link Lampirannya, Silakan diklik saja.
# Buku Pegangan SD Kelas 1 Edisi Revisi 2014


# Buku Pegangan SD Kelas 2

# Buku Pegangan SD Kelas 4 Edisi Revisi 2014

# Buku Pegangan SD Kelas 5

# Buku Pegangan SMP Kelas 7 Edisi Revisi 2014


# Buku Pegangan SMP Kelas 8

# Buku Pegangan SMA Kelas 10 Edisi Revisi 2014


# Buku Pegangan SMA Kelas 11

Sumber : http://matematohir.wordpress.com/2014/06/15/buku-pegangan-guru-dan-siswa-kurikulum-2013-edisi-2014/

Saturday, 19 July 2014

BEBERAPA BENTUK KETAKUTAN GURU ATAU CALON GURU DALAM MENGAJAR

Tidak semua calon pendidik mempunyai keberanian untuk mengajar. Banyak penyebab yang membuat pendidik takut untuk mengajar. Padahal yang sering terjadi, biasanya ketakutan-ketakuan itu muncul hanya ada dalam pikiran seseorang, dan belum tentu akan terjadi pada saat mengajar. Agar tumbuh keberanian pendidik dalam mengajar, salah satu yang bisa dilakukan adalah mencari terlebih dahulu apa penyebab ketakutan yang menghalangi keberaniannya untuk mengajar. Ketakutan-ketakutan tersebut biasanya ada dalam pikiran dan perasaannya dan menjadi beban pada saat mengajar. Beban mental inilah yang terkadang menjadikan proses belajar mengajar yang dilakukannya kurang efektif.

Beberapa faktor di bawah ini merupakan faktor yang dominan menjadi ketakutan untuk menjadi pengajar. Ketakutan yang pertama ialah:


a) Merasa Tidak Mampu

Pendidik yang tidak mau menjadi guru ataupun pengajar biasanya merasa dirinya tidak mampu untuk mengajar. Terkadang mereka merasa bahwa mengajar adalah pekerjaan bagi orang-orang yang telah benar-benar menguasai mata pelajaran yang akan diajarkan, dan ia merasa belum menguasai sepenuhnya. Ketakutan lain adalah bahwa selalu merasa tidak mampu menjelaskan dengan baik mata pelajaran yang akan diajarkan. Pendidik juga merasa tidak bisa melakukan proses belajar mengajar, karenanya ia merasa takut bahwa apa yang diajarkan tidak bisa diterima dengan baik oleh peserta didik atau murid-muridnya.


Padahal, yang sering terjadi adalah, biasanya ketakutan seperti itu hanya ada dalam pikiran, karena saat kita sudah mulai mengajar, ketakutan itu akan dengan sendirinya hilang. Karena itulah, seharusnya seorang guru berani untuk mencoba.


b) Takut Kehilangan Kata-Kata

Salah satu ketakutan terbesar seseorang saat mengajar adalah takut kehilangan kata-kata di tengah-tengah mengajar. Banyak faktor yang mungkin terjadi yang menyebabkan calon pendidik atau pendidik kehilangan kata-kata. Tetapi faktor utama adalah karena di dalam pikirannya terjadi apa yang disebut sebagai “blank”, yaitu pikiran seakan kosong. Pada saat pikiran dalam keadaan kosong, maka seorang guru tidak bisa mengucapkan kata-kata. Berbagai kalimat yang disusun rapi seakan hilang atau menyangkut di tenggorokan. Ditambah dengan kekalutan dan kepanikan, yang terjadi kemudian adalah keringat dingin yang keluar pertanda ia mengalami nervous dan gugup.


Kondisi seperti inilah yang menjadi titik kritis dalam proses belajar mengajar. Jika guru mampu keluar dari situasi kritis dengan baik, maka ia akan mampu mengembalikan keadaan seperti semula. Tetapi jika ia tidak mampu keluar dari situasi ini, kepanikan itu akan terus bertambah dan merusak proses belajar mengajar secara keseluruhan. Ada beberapa sebab yang memungkinkan guru mengalami kehilangan kata-kata. Salah satunya adalah karena ia menghapalkan materi kata demi kata secara langsung. Akibatnya, saat ia lupa akan satu kata atau kalimat, maka ia tidak bisa melanjutkan kalimat-kalimat berikutnya.


Untuk bisa mengatasinya, cobalah untuk memahami materi secara komprehensif sehingga tidak perlu menghapalkan semuanya kata per kata. Jika takut lupa, buatlah poin-poin penting berupa catatan yang bisa dilakukan di kertas kecil atau slide presentasi. Dengan menguasai gambar besar pengajaran akan memudahkan bagi guru untuk menghadapi berbagai situasi apapun, termasuk lupa akan apa yang akan diucapkan.


Kehilangan kata-kata bisa juga disebabkan karena tekanan mental yang sangat kuat bahwa guru harus tampil baik. Tekanan untuk tampil sempurna menjadikannya terbebani mental dan pikirannya yang mengakibatkan ia kehilangan kata-kata. Salah satu cara untuk mengembalikan situasi menjadi lebih baik adalah dengan membuat jeda beberapa menit. Jeda ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari memberikan lembar kerja dan kuesioner yang harus diisi oleh siswa, memberikan beberapa pertanyaan yang harus dijawab secara tertulis, memutar lagu atau video, membuat permainan kelompok, dan berbagai aktifitas lain yang intinya melibatkan siswa.

Di satu sisi peserta mendapatkan variasi metodologi sementara di sisi lain berbagai kegiatan yang dilakukan tersebut memberikan waktu bagi guru untuk berpikir sejenak, melihat-lihat materi yang ada, dan mengembalikan kembali energi dan kepercayaan diri yang sempat hilang sebelumnya.

c) Takut Melakukan Kesalahan

Biasanya guru menginginkan proses belajar mengajar yang baik, sempurna, dan semua rencana bisa berjalan dengan lancar. Guru juga menginginkan agar siswa bisa memahami apa yang disampaikan sehingga tujuan pengajaran bisa tercapai. Namun yang harus disadari, bahwa setiap manusia mempunyai potensi untuk berbuat kesalahan pada saat presentasi. Bukan saja karena ia secara pribadi adalah manusia biasa, tetapi juga karena ia berhubungan dengan banyak orang, di mana terdapat berbagai hal yang ada di luar kontrolnya. Siswa misalnya, adalah orang lain yang ada di luar dirinya.


Dengan menyadari secara benar bahwa terdapat banyak faktor luar pada saat ia mengajar, maka potensi kesalahan selalu mungkin terjadi. Kesadaran ini akan memberikan pemahaman bahwa jika terjadi kesalahan adalah hal manusiawi. Paradigma ini menjadi penting agar kita tidak kehilangan kepercayaan diri dan panik pada saat terjadi kesalahan. Bahkan, kesalahan adalah cara terbaik pengajar untuk terus belajar. Dengan mengetahui berbagai kesalahan yang dilakukannya, ia akan segera bisa memperbaikinya di masa mendatang. Ketakutan melakukan kesalahan hanya akan menghalanginya untuk bisa memperbaiki keterampilan mengajarnya menjadi lebih baik. Semakin banyak melakukan kesalahan, jika ia mampu belajar dari kesalahan tersebut, lambat laun akan semakin baik cara mengajar yang dilakukannya.


Kesalahan pada saat mengajar jangan dianggap sebagai bencana yang akan menghancurkan seluruh sendi kehidupan kita. Justru karena kesalahan itulah proses belajar mengajar yang kita lakukan semakin membaik dari hari ke hari. Yang harus dilakukan pada saat melakukan kesalahan adalah tetap tenang dan berusaha untuk selalu menguasai keadaan. Kesalahan-kesalahan kecil, misalnya spidol terjatuh pada saat menulis, atau menumpahkan air di atas meja, atau salah dalam menjawab, dan berbagai kesalahan lain tidak perlu dihadapi dengan kepanikan. Berusahalah untuk tetap tenang, perbaiki kesalahan yang ada, dan teruskanlah mengajar seakan kesalahan itu tidak pernah terjadi.


Namun demikian, tentu saja tidak semua kesalahan bisa ditolerir. Kesalahan fatal, salah materi misalnya adalah kesalahan besar yang tidak boleh dilakukan pengajar profesional. Karena itulah, jika kesalahan-kesalahan dan kekurangan yang terjadi bisa diperbaiki dari waktu ke waktu, maka kesalahan tersebut akan semakin bisa diminimalisir. Keterampilan seseorang tidak bisa didapatkan sekaligus dalam satu waktu. Jika kita menginginkan tidak lagi melakukan kesalahan dalam waktu instan, hal itu sulit dilakukan.


Cara guru belajar dari kesalahan, bagaimana meminimalisir kesalahan akan terjadi secara bertahap sedikit demi sedikit. Kunci dari semua itu adalah jam terbang sehingga pada saat mengajar selanjutnya kesalahan dan kekurangan yang terjadi bisa diperbaiki. Lakukan persiapan yang matang agar kesalahan bisa diminimalisir. Sebelum proses belajar mengajar berjalan, lakukanlah cek dan ricek terhadap seluruh peralatan dan persiapan mengajar yang ada, apakah semua berjalan dengan baik atau belum. Jika semuanya sudah dilakukan, kita tinggal menyerahkan semua pada Tuhan agar memberikan kemudahan. Itu akan membuat kita menjadi lebih yakin dan tenang.


d) Takut Siswa Tidak Paham

Ketakutan selanjutnya dalam mengajar adalah takut bahwa apa yang guru sampaikan tidak dipahami oleh siswa. Jika apa yang kita sampaikan tidak dipahami, tentu hal itu akan merisaukan. Namun, ketakutan semacam ini biasanya terjadi lebih karena kekhawatiran melihat situasi dan kondisi yang berkembang selama proses belajar mengajar.


Untuk bisa mengatasi ketakutan semacam ini, persiapan materi menjadi penting. Perkaya materi yang ada dengan berbagai hal yang kontekstual sehingga membuat siswa mau memperhatikan. Keengganan memperhatikan inilah yang menjadi awal dari rasa kegugupan kita seakan-akan mereka tidak memahami apa yang kita bicarakan.


Persoalan gaya bahasa dan cara mengajar juga menjadi faktor lain mengapa siswa tidak paham. Gaya bahasa untuk anak Sekolah Dasar tentu berbeda dengan Sekolah Menengah Pertama dan juga Sekolah Menengah Atas. Perlu dibedakan gaya bahasa yang kita pakai sehingga memudahkan siswa dalam menangkap apa yang kita jelaskan. Jika terlihat bahwa siswa diam dan tidak menunjukkan reaksi, tidak perlu berkecil hati dulu. Mungkin mereka memang secara karakter pribadi lebih banyak pendiam. Cobalah untuk memancing pertanyaan kepada mereka, ataupun menawarkan diri jika ada yang ingin bertanya. Dengan membuka ruang interaksi dengan siswa atau audien, diharapkan mulai ada respon yang muncul di antara mereka.


e) Takut Tidak Bisa Menjawab

Satu sesi yang biasanya ingin dihindari oleh pengajar, terutama pengajar yang baru memulai adalah sesi tanya jawab. Tanya jawab dianggap sebagai salah satu hal yang menakutkan. Pertama, sebut saja takut pertanyaan yang diajukan terlalu tinggi sehingga sulit untuk dijawab. Ketakutan lain adalah adanya pertanyaan-pertanyaan lain yang memang secara sengaja ditujukan untuk menguji pengajar. Hal lain yang ditakutkan apakah jawabannya memuaskan bagi si penanya, apakah terasa dangkal, atau bisa dipahami secara baik atau tidak.


Berbagai pertanyaan dan ketakutan di atas memang wajar mengemuka , dan menjawab pertanyaan secara baik adalah seni tersendiri yang harus selalu dipelajari dan dikembangkan. Mempersiapkan sebanyak mungkin jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul akan membuat pengajar lebih siap pada sesi tanya jawab.


f) Takut Peralatan Tidak Berfungsi

Pada proses belajar mengajar modern sekarang ini, alat bantu presentasi dan pengajaran dengan berbagai fiturnya yang menarik sudah menjadi bagian tidak terpisahkan. Sudah banyak pengajar menggunakan berbagai peralatan mengajar, terutama komputer ataupun laptop dan proyektor. Walaupun biasanya sudah dipersiapkan dengan baik, terkadang yang terjadi, tidak semua peralatan bisa berjalan dengan baik. Terkadang laptop yang sudah ada filenya ternyata tidak cocok dengan proyektor yang tersedia. Ataupun terkadang microphone bermasalah, karena mendengung ataupun mati.


Cara paling mudah untuk menghilangkan ketakutan ini adalah dengan memeriksa semua peralatan yang ada apakah berfungsi semua atau tidak. Nyalakan laptop dan mulailah mengecek apakah sesuai dengan projector yang tersedia atau tidak. Jika sudah sesuai, maka tidak lagi menjadi soal. Akan tetapi jika tidak sesuai, tentu harus dicari penyebabnya, apakah ada setting yang harus disesuaikan atau ada masalah lain. Selesaikan masalah dengan segera sebelum proses belajar mengajar dimulai.


Jangan lupa untuk menyiapkan rencana cadangan, karena terkadang kemungkinan tidak berfungsinya peralatan itu sering terjadi. Rencana cadangan itu misalnya dengan menyiapkan materi presentasi di dalam CD ataupun Fash Disk, sehigga pada saat laptop tidak bisa dibuka atau tidak cocok dengan proyektor, bisa digunakan laptop lain.


Perlu juga diperhatikan letak kabel-kabel yang tersambung ke beberapa peralatan tersebut. Usahakan untuk tidak menghalangi jalan, dan letakkanlah di tempat yang tidak banyak dilalui orang, di pojokan misalnya. Kabel-kabel yang ada dirapihkan, agar tidak berserakan. Semua itu dilakukan agar di tengah-tengah proses belajar mengajar tidak ada kabel yang tertendang sehingga menyebabkan listrik mati, yang mengakibatkan matinya berbagai peralatan tersebut.


g) Takut Mengajar Tidak Menarik

Setiap pengajar biasanya dibebani dengan satu tekad untuk menjadikan proses belajar mengajarnya menarik di hadapan siswa. Tekad itu begitu kuat karena ia ingin membuat kesan yang baik. Karena itulah biasanya ia mempersiapkan segala sesuatunya secara matang. Materi pengajaran dipersiapkan secara baik dan mendalam, desain slide presentasi dibuat dengan menarik, penampilan juga diperhatikan. Pada intinya, ia mengelola semua faktor dengan baik agar pengajarannya berkesan. Tuntutan untuk melakukan proses pengajaran yang baik terkadang tidak hanya datang dari dirinya, tetapi juga biasanya datang dari atasan atau supervisor yang membawahinya. Mereka biasanya menuntut agar kita bisa menyampaikan sesuatu secara baik sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.


Dengan tuntutan yang begitu besar, terkadang bukan malah membangkitkan motivasi guru untuk melakukannya lebih baik. Dalam beberapa kasus, tuntutan besar ini menjadi beban mental yang berat. Ia terbebani untuk bisa tampil sempurna di hadapan siswa. Beban berat itu akhirnya bisa menjadi bumerang, karena pengajar akhirnya tampil tidak lepas, kaku, dan demam panggung. Karena itu, sangat penting bagi pengajar untuk merasa rileks dan lepas dalam mengajar. Kepercayaan diri yang kuat akan menjadi kunci bagaimana membuat mengajar yang kita lakukan menarik. Kepercayaan diri yang tinggi membuat apa yang kita sampaikan menjadi lebih meyakinkan.


Harus diakui, mengajar memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan keberanian dan kepercayaan diri yang kuat agar bisa menyakinkan peserta didik bahwa apa yang disampaikannya berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Namun demikian, setiap orang pada dasarnya mampu mengajar. Persoalannya sangat tergantung dari kemauan seseorang apakah ingin mengembangkan diri dalam mengajar yang baik atau tidak.





KELENGKAPAN KURIKULUM 2013 (K-13)

Format Analisis KD Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013

Silakan Klik DISINI

Konsep Pembelajaran Pramuka di K13

Silakan download buku panduan kepramukaan dalam kurikulum 2013 di SINI Materi terbaru tentang Kepramukaan, Download diSINI

Download Analisis Video

Silakan Klik DISINI (Lembar Pengamatan) Berikut cara mendownload video pembelajaran di youtube Tayangan Video SMA/SMK

 

Download Buku Kurikulum 2013 Matematika

  • Buku Pegangan guru SMA/SMK/MA/MAK kelas X (Sepuluh) - Download Disini
  • Buku Pegangan Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas X (Sepuluh) Semester Ganjil - Download Disini
  • Buku Pegangan Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas X (Sepuluh) Semester Genap - Download Disini
  • Buku Pegangan guru SMA/SMK/MA/MAK kelas XI (Sebelas) - Download Disini
  • Buku Pegangan Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas XI (Sebelas) Semester Ganjil - Download Disini
  • Buku Pegangan Siswa SMA/SMK/MA/MAK kelas XI (Sebelas) Semester Genap - Download Disini
Sumber : http://defantri.blogspot.com/

Download Buku Kurikulum 2013 [SD, SMP]

# Buku Pegangan SD Kelas 1 Edisi Revisi 2014
# Buku Pegangan SD Kelas 2
# Buku Pegangan SD Kelas 4 Edisi Revisi 2014
# Buku Pegangan SD Kelas 5
# Buku Pegangan SMP Kelas 7 Edisi Revisi 2014
Sumber :http://matematohir.wordpress.com/ PPT Diklat Implementasi Kurikulum 2013 untuk Guru
  1. Materi Perubahan Mindset. Silahkan Download Klik Di sini
  2. Materi Rasional Kurikulum 2013. Silahkan Download Klik Di sini
  3. Materi Elemen Perubahan Kurikulum 2013. Silahkan Download Klik Di sini
  4. Materi SKL, KI dan KD. Silahkan Download Klik Di sini
  5. Materi Strategi Implementasi Kurikulum 2013. Silahkan Download Klik Di sini
  6. Materi Konsep Pendekatan Scientific. Silahkan Download Klik Di sini
  7. Materi Project Base Learning. Silahkan Download Klik Di sini
  8. Materi Problem Base Learning. Silahkan Download Klik Di sini
  9. Materi Discovery Learning. Silahkan Download Klik Di sini
  10. Materi Konsep penilaian Autentik pada proses dan hasil. Silahkan Download Klik Di sini
  11. Materi Analisis buku Guru dan siswa mapel. Silahkan Download Klik Di sini
  12. Materi Analisis buku guru dan siswa tematik. Silahkan Download Klik Di sini
  13. Materi Rambu-rambu penyusunan RPP. Silahkan Download Klik Di sini
  14. Materi Rambu-rambu penyusunan RPP tematik. Silahkan Download Klik Di sini
  15. Materi Panduan tugas telaah RPP. Silahkan Download Klik Di sini
  16. Materi Panduan tugas analisis rancangan penilaian. Silahkan Download Klik Di sini
  17. Materi Strategi pengamatan tayangan video. Silahkan Download Klik Di sini
  18. Materi Panduan tugas praktik pembelajaran melalui peer teaching. Silahkan Download Klik Di sini
Sumber : http://www.umarsite.com

C1,C2,C3 dan Silabus SMK Kurikulum 2013

  1. All File
  2. Kesehatan (Farm, Kep,Analis)
  3. Otomotif
  4. TeknikKomputer dan Informatika
  5. Teknik Elektronika
  6. Ototronika
  7. Teknik Banguinan
  8. Furniture
  9. Plumbing dan Sanitasi
  10. Geomatka
  11. Tenaga Listrik
  12. Mesin
  13. Pesawat Udara
  14. Grafika
  15. Instrumentasi Industri
  16. Insdustri
  17. Perminyakan
  18. Geologi Pertambangan
  19. Otomotif Alat Berat
  20. Energi Terbaruka
  21. Agribisnis
  22. Kesehatan Hewan
  23. Agribisnis Tanaman
  24. Pengolahan Hasil Pertanian
  25. Mekanisasi Pertanian
  26. Teknik Penangkapan Ikan
  27. Kehutanan
  28. Teknik Budi Daya Perairan
  29. Teknik Pelayaran
  30. Pelayaran
  31. Teknik Kimia
  32. Administrasi Perkantoran
  33. Administrasi Perhotelan
  34. Tata Busana
  35. Keungan
  36. Seni
  37. Seni Pertunjukan
  38. Seni Rupa dan Kriya
  39. Tata Kecantikan
  40. UPW
  41. Simulasi Digital [Sumber: yayamasri.files.wordpress.com]

Sumber : http://pengawassmk.blogspot.com



Tuesday, 24 June 2014

Kemendikbud Luncurkan Buku Kurikulum 2013

Ilustrasi - ANT/Zabur KaruruJakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi meluncurkan buku Kurikulum 2013 tingkat SD, SMP, SMA/SMK, untuk tahun ajaran 2014-2015, Rabu (18/6/2014). Peluncuran distribusi buku Kurikulum 2013 dilakukan di Gudang PT Pos Logistik Indonesia, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Pendistribusian gelombang pertama untuk DKI Jakarta dan Jawa Barat. Gelombang berikutnya didistribusikan ke seluruh provinsi di Tanah Air.

"Gelombang pertama pendistribusian ini kami harapkan tuntas pada 30 Juni untuk wilayah Jabar, DKI Jakarta, dan wilayah lain yang didistribusikan oleh konsorsium pihak percetakan bersama PT Pos Indonesia," kata Sekretaris Dirjen Pendidikan Dasar Kemendikbud, Thamrin Kasman, saat acara peluncuran.

Menurut Thamrin, sekitar 1,6 juta buku yang didistribusikan pada gelombang pertama. Pendistribusian dilakukan konsorsium percetakan PT Intermasa bekerjasama dengan PT Pos Logistik Indonesia, anak perusahaan PT Pos Indonesia.

Buku Kurikulum 2013 itu langsung diantar ke sekolah-sekolah oleh PT Pos. "Saat ini buku-buku belum dibayarkan ke pihak percetakan, sebab nantinya akan dibayarkan setelah buku tiba di sekolah," cetusnya.

Sumber pembayaran buku, kata Thamrin, berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler di sekolah dan BOS bantuan sosial dari provinsi. Thamrin menegaskan agar pihak sekolah segera melakukan pembayaran dengan dana Bos itu setelah menerima buku.

Ia juga mengingatkan perusahaan percetakan dan PT Pos Indonesia tidak terlambat dan memberi buku rusak. "Kami optimistis semua buku tiba tepat waktu sebelum memasuki tahun ajaran baru pada minggu ketiga Juli tahun ini," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Konsorsium PT Intermasa, Imron Rosadi, mengatakan pihaknya bersama 10 perusahaan percetakan lainnya dalam konsorsium akan mencetak 18 juta buku untuk 20 wilayah regional.

Sumber : Metrotvnews.com

Saturday, 21 June 2014

Pendekatan dan Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Dalam draft Pengembangan Kurikulum 20013 diisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui observasi (menyimak, melihat, membaca, mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Disebutkan pula, bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered active learning) dengan sifat pembelajaran yang kontekstual. (Sumber: Pengembangan Kurikulum 20013, Bahan Uji Publik, Kemendikbud).
Apakah ini sesuatu yang baru dalam pendidikan kita? Saya meyakini, secara konseptual proses pembelajaran yang ditawarkan dalam Kurikulum 2013 ini bukanlah hal baru. Jika kita cermati  kurikulum 2004 (KBK) dan Kurikulum 2006 (KTSP), pada dasarnya menghendaki proses pembelajaran yang sama seperti  apa yang tersurat dalam Kurikulum 2013 di atas. Pada periode KBK dan KTSP, kita telah diperkenalkan atau bahkan kebanjiran dengan aneka konsep pembelajaran mutakhir, sebut saja: Pembelajaran Konstruktivisme, PAKEM, Pembelajaran Kontekstual, Quantum LearningPembelajaran Aktif, Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Pembelajaran Inkuiri, Pembelajaran Kooperatif dengan aneka tipenya, dan sebagainya.
Jika dipersandingkan dengan Kurikulum 2013, konsep-konsep pembelajaran tersebut pada intinya tidak jauh berbeda. Permasalahan muncul ketika ditanya, seberapa jauh konsep-konsep pembelajaran mutakhir tersebut telah terimplementasikan di lapangan?
Berikut ini sedikit cerita saya tentang contoh kasus implementasi pembelajaran mutakhir selama periode KBK dan KTSP, yang tentunya tidak bisa digeneralisasikan. Dalam berbagai kesempatan saya sering berdiskusi dengan beberapa teman guru, dengan mengajukan pertanyaan kira-kira seperti ini:
Anggap saja dalam  satu semester terjadi 16 kali pertemuan tatap muka, berapa kali Anda melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan konsep pembelajaran mutakhir?
Jawabannya beragam, tetapi sebagian besar tampaknya cenderung menjawab bahwa pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan pembelajaran konvensional dengan kekuatan intinya pada penggunaan metode ceramah (Chalk and Talk Approach).
Berkaitan dengan permasalahan implementasi pendekatan dan metode pembelajaran mutakhir dalam KBK dan KTSP, setidaknya saya melihat ada 2 (dua) sisi permasalahan yang  berbeda, tetapi tidak bisa dipisahkan:
1.  Masalah keterbatasan keterampilan (kemampuan).
Untuk masalah yang pertama ini dapat dibagi ke dalam dua kategori: (a) kategori berat, yaitu mereka yang menunjukkan ketidakberdayaan. Jangankan untuk mempraktikan jenis-jenis pembelajaran mutakhir, mengenal judulnya pun tidak. Yang ada dibenaknya, ketika mengajar  dia berdiri di depan kelas – atau bahkan hanya duduk di kursi guru- sambil berbicara menyampaikan materi pelajaran mulai dari awal sampai akhir pelajaran, sekali-kali diselingi dengan tanya jawab. Itulah yang dilakukannya secara terus menerus sepanjang tahun;  dan (b) kategori sedang. Relatif lebih baik dari yang pertama, mereka sudah mengetahui jenis-jenis pembelajaran mutakhir tetapi mereka masih mengalami kebingungan dan kesulitan untuk menerapkannya di kelas, mereka bisa mempraktikan satu atau dua metode pembelajaran mutakhir tetapi dengan berbagai kekurangan di sana-sini.
2. Masalah keterbatasan motivasi (kemauan).
Untuk masalah yang kedua ini, pada umumnya dari sisi kemampuan tidak ada keraguan. Mereka sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pembelajaran mutakhir yang lumayan, tetapi sayangnya mereka kerap dihinggapi penyakit keengganan untuk mempraktikannya. Mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari berbagai pelatihan dan workshop yang diikutinya. Sepulangnya dari kegiatan pelatihan, semangat mereka berkobar-kobar, nge-full bak batere HP yang baru di-charge, tetapi lambat laun semangatnya memudar dan akhirnya padam, kembali menggunakan cara-cara lama. Hasil pelatihan pun akhirnya menjadi sia-sia.
Kembali kepada persoalan Pendekatan dan  Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Pemerintah saat ini telah menyiapkan strategi pelatihan bagi guru-guru untuk kepentingan implementasi Kurikulum 2013. Hampir bisa dipastikan, salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan ini yaitu berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan pendekatan dan  metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013.
Pelatihan untuk penguatan keterampilan guru tentang teknis pembelajaran memang penting. Kendati demikian saya berharap dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 ini, tidak hanya bertumpu pada sisi keterampilan saja, tetapi seyogyanya dapat menyentuh pula aspek motivasional. Dalam arti, perlu ada upaya-upaya tertentu untuk membangun kemauan dan komitmen guru agar dapat menerapkan secara konsisten berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Bagi saya, upaya menanamkan dan melanggengkan motivasi dan komitmen ini tidak kalah penting atau bahkan mungkin lebih penting dari sekedar menanamkan kemampuan.
Jika ke depannya kita bisa secara konsisten menerapkan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013, niscaya kehadiran Kurikulum 2013 akan lebih dirasakan manfaatnya. Dan tampak disini pula letak perbedaan yang sesungguhnya antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum sebelumnya.  Tetapi jika tidak, lantas apa bedanya antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum sebelumnya?
========
Refleksi:
Bagaimana menurut Anda?